Selasa, 10 Januari 2012

Budidaya Anggur

nganggur gak tau mau ngapain...

coba share artikel ini aja lah!!

BUDIDAYA ANGGUR




PENDAHULUAN
Produksi anggur
( Vitis sp.) di Indonesia belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi anggur secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3) untuk bersaing di era pasar bebas.

SYARAT TUMBUH
Ketinggian 25-300 m dpl, suhu 25-310 C, kelembaban udara 75-80 %, intensitas penyinaran 50% - 80%, 3-4 bulan kering, curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7. Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

PERSIAPAN LAHAN
1. Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.
2. Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.
3. Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi
4. Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.
5. Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.

PENYIAPAN BIBIT
Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5-10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua. Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha. Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan


selengkapnya>>


 

Sabtu, 31 Desember 2011

 


SELAMAT TAHUN BARU 2012
SEMOGA DI TAHUN INI KITA BISA LEBIH BAIK, LEBIH SUKSES,
DAN LEBIH TERDEPAN DARI TAHUN LALU

Sabtu, 03 Desember 2011

Alumni Unibraw Malang Temukan Benih Padi IIRI 400



Nusantara / Senin, 8 Februari 2010 08:01 WIB
Metrotvnews.com, Malang:  Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) berhasil menemukan varietas lokal padi yang memiliki produktivitas atau potensi hasil panen mencapai 14 ton sampai dengan 20 ton per hektare (ha). Varietas padi nonhibrida itu bernama IIRI 400 (Indonesia Inovasi Ridho Ilahi).

Banyaknya gabah kering sawah yang dihasilkan varietas baru padi tersebut dapat dikatakan fantastis. Mengingat padi hibrida yang selama ini diunggulkan pemerintah hanya mampu menghasilkan 9 ton sampai dengan 12 ton per ha.

"Penelitian varietas padi yang kami berinama IIRI 400 ini dilakukan sejak tahun 2000," tegas Ketua Pusat Kajian dan Pengembangan Pertanian Organik Malang, DR Ir Haryadi kepada Media Indonesia, Minggu (7/2).
selanjutnya>>